Anda tidak bisa memperbaiki apa yang tidak Anda lihat. Begitu restoran punya cabang kedua, ketiga, kesepuluh — pertanyaan paling mahal bukan lagi “berapa omzet kita?”, melainkan cabang mana yang bermasalah, sejak kapan, dan siapa yang sedang menanganinya. Modul ini menjawab ketiganya dalam satu layar.
Semua angka penting — omzet, food cost, labor, margin — terkonsolidasi per hari. Owner dan manajemen membaca kondisi bisnis saat sarapan pagi, bukan menunggu laporan akhir bulan.
Net sales, tanggal transaksi, dan hierarki brand/outlet didefinisikan sekali dan dipakai seragam. Tidak ada lagi debat soal angka yang berbeda di dua laporan.
Aturan sederhana — penjualan turun, waste naik, closing terlambat — memantau bisnis Anda 24 jam. Yang perlu perhatian datang sendiri ke layar Anda, lengkap dengan PIC dan tenggat.
Sembilan outlet, satu layar: omzet kemarin Rp 612 jt, food cost 27,8%, tiga cabang di atas target. Tidak ada telepon, tidak ada Excel.
Rule-based alert otomatis menandai penyimpangan. Anda buka detail: food cost naik karena pemakaian premium ingredient melonjak.
Dari dashboard, Anda menugaskan Area Manager sebagai PIC dengan tenggat Jumat. Tercatat di audit trail, bisa dipantau tindak lanjutnya.
Sembilan laporan closing masuk rapi. Besok pagi, angkanya sudah menunggu — bukan sebaliknya.
Omzet bruto/neto, transaksi, AOV, covers, margin, pertumbuhan, target, indikator kritis; filter tanggal, brand, outlet, kanal.
Semua angka yang biasanya tersebar di banyak laporan — omzet, jumlah tamu, margin — dikumpulkan jadi satu halaman yang bisa difilter. Owner cukup buka satu layar untuk tahu kondisi bisnis hari ini.
Master perusahaan, brand, area, outlet, jam operasional, status outlet, struktur organisasi dan hierarki akses.
Struktur ini memastikan setiap outlet 'berbicara dengan bahasa yang sama' di seluruh sistem. Tambah cabang baru tinggal daftar sekali — menu, harga, dan akses langsung mengikuti pola brand.
Target omzet, food cost, labor cost, margin, service, audit; periode, owner, ambang toleransi dan pencapaian.
Target bukan lagi angka di slide presentasi. Setiap KPI punya pemilik, periode, dan ambang toleransi — semua orang tahu apa yang sedang dikejar dan seberapa jauh jaraknya.
Peringkat cabang, same-store comparison, tren, normalisasi berdasarkan kapasitas, lokasi dan periode.
Dengan peringkat yang dinormalisasi, cabang kecil tidak selalu kalah dari cabang besar. Manajemen melihat siapa yang benar-benar efisien, bukan siapa yang paling ramai.
Ringkasan revenue, kategori, channel, HPP, biaya dan profit yang diambil dari modul sumber.
Angka penjualan dan laba di sini bukan input manual — ditarik otomatis dari modul lain. Yang Anda lihat adalah cerminan transaksi yang benar-benar terjadi.
Perbandingan covers, AOV, paket, durasi, turnover, food cost dan profit per tipe restoran.
Bagi grup yang punya dua konsep restoran, perbandingan ini penting: strategi AYCE dan reguler berbeda, dan sekarang keduanya bisa dibaca berdampingan.
| Tipe | AOV | Food Cost |
|---|---|---|
| Reguler | Rp96rb | 27,8% |
| AYCE | Rp118rb | 28,9% |
| Selisih | +22% | +1,1 poin |
Laporan periodik, komentar manajemen, penugasan PIC, tenggat, status dan tindak lanjut.
Laporan tidak berhenti saat terkirim. Komentar, penugasan PIC, dan tenggat memastikan setiap temuan punya kelanjutan — ada jejak siapa mengerjakan apa.
Peringatan berbasis aturan: penjualan turun, waste naik, keterlambatan closing, margin di bawah target.
Alert bekerja seperti asisten yang tidak pernah tidur: memantau aturan yang Anda tentukan, lalu mengetuk bahu Anda hanya saat ada yang benar-benar perlu dilihat.
Perlu standardisasi definisi net sales, tanggal transaksi, brand/outlet hierarchy, dan refresh data. Dashboard tidak boleh dianggap real-time bila sumber hanya ekspor harian.
Dashboard/laporan, riwayat transaksi, export, dan audit trail — sesuai fitur yang disepakati dalam SOW.
Di sesi demo, kami jalankan skenario nyata untuk Restaurant Command Center & Multi-Outlet Management — memakai contoh operasional restoran Anda sendiri.
Jadwalkan Sesi Demo