Mendapatkan tamu baru butuh biaya berkali-kali lipat dibanding membuat tamu lama kembali — tapi sebagian besar restoran tidak punya cara untuk membedakan keduanya. Semua tamu diperlakukan sama: dibalik kartu member, dapat diskon, lalu hilang ditelan waktu. Modul ini mengubah transaksi menjadi hubungan yang bernilai.
Profil 360°: kunjungan, menu favorit, outlet yang disukai. Personalisasi yang benar-benar terasa personal, bukan creepy.
RFM memilah Champions dari yang hampir hilang. Voucher birthday tidak lagi dikirim ke orang yang sudah dua bulan tidak datang — mereka dapat kampanye win-back tersendiri.
Repeat rate, retention cohort, dan estimasi CLV membuktikan nilai program — bukan sekadar klaim 'member kita banyak'.
Tamu yang scan member QR di Kasir Kemang: kunjungan ke-8 bulan ini, favorit Salmon Mentai.
Biasanya datang tiap 3 minggu, sudah 6 minggu absen. Daftar ini masuk kampanye win-back Kamis.
Pesan personal: 'Salmon Mentai Anda menunggu.' 41% kembung dalam 2 minggu.
Birthday Treat jadi juara. Budget marketing bulan depan pindah ke yang terbukti.
Profil, consent, histori transaksi, kunjungan, outlet favorit, menu dan total spending.
Profil 360° mengubah tamu anonim menjadi relasi yang dikenal: preferensi dan riwayatnya membuat layanan terasa personal.
| Tamu | Kunjungan/bln | Favorit |
|---|---|---|
| Rina K. | 8 | Salmon Mentai |
| Budi H. | 12 | Beef Bowl |
| Maya P. | 5 | Gyoza |
Registrasi, ID/QR, tier, benefit, upgrade, validitas dan multi-outlet.
Tier membership memberi alasan kuat untuk kembali: benefit yang jelas dan naik level membuat tamu merasa dihargai.
Earn/burn, saldo, expiry, katalog hadiah, redemption, fraud rules.
Poin dengan aturan yang transparan — termasuk masa berlaku — mendorong redemption yang sehat, bukan kewajiban yang menggerogoti.
Recency, frequency, monetary; champions, loyal, new, at-risk, lost.
Segmentasi RFM mengelompokkan ribuan tamu menjadi kelompok yang bisa ditangani: Champions dijaga, yang menghilang dijemput.
Repeat rate, cohort retention, churn menurut definisi, reactivation dan CLV estimate.
Cohort retention memperlihatkan kesehatan bisnis dari sisi tamu: berapa banyak yang kembali, dan apakah semakin baik dari waktu ke waktu.
Segment targeting, voucher, birthday, welcome, win-back, approval, schedule.
Kampanye yang tertarget berarti pesan yang relevan: penawaran yang tepat untuk orang yang tepat, bukan kirim ke semua.
Integrasi WhatsApp/email, template, opt-in/out, delivery dan campaign history.
Komunikasi via WhatsApp/email dengan consent yang tertib menjaga reputasi brand — pemasaran yang diizinkan, bukan mengganggu.
Survei, CSAT/NPS, komplain, assignment, resolution dan service recovery.
Umpan balik yang ditindaklanjuti dengan baik mengubah komplain menjadi perbaikan — dan sering menjadi alasan tamu mencoba lagi.
Conversion, redemption, campaign revenue, loyalty cost dan ROI estimate.
Analitik pemasaran menutup siklus: dari kirim kampanye sampai ukur pendapatannya, semua dalam satu alur.
Wajib mengelola persetujuan komunikasi, akses data pribadi dan opt-out. Pelanggan anonim tidak dapat digabung otomatis.
Dashboard/laporan, riwayat transaksi, export, dan audit trail — sesuai fitur yang disepakati dalam SOW.
Di sesi demo, kami jalankan skenario nyata untuk Customer Loyalty & CRM — memakai contoh operasional restoran Anda sendiri.
Jadwalkan Sesi Demo